ai Citarum di sebelah Barat dan Sungai Cimapali di sebelah Timur. Kerajaan ini adalah penerus dari kerajaan Kendan bawahan Tarumanagara.Saat Raja Tarumanegara, Linggawarman meninggal dunia tahun 669 kekuasaan diwariskan ke Tarusbawa dari Sundapura. Tarusbawa memindahkan kekuasaan Tarumanagara ke Sundapura, pihak Galuh yang dipimpin oleh Wretikandayun (sejak tahun 612) memilih untuk berdiri sebagai kerajaan mandiri. Untuk berbagi wilayah Galuh dan Sunda sepakat menjadikan sungai Citarum sebagai batasnya.
Cerita Parahiyangan (naskah kuno berbahasa sunda pada awal abad ke-16) mengkisahkan bahwa Kerajaan Galuh dimulai pada saat Rahiyangtari menjadi Raja Resi selama lima tahun. Selanjutya kekuasaan Galuh diwariskan kepada putranya di Galuh yaitu Sang Wretikandayun.
Wretikandayun memimpin Galuh selama Sembilan puluh tahun (612-702) dan kemudian tahta kerajaan diwariskan putra bungsunya Rahiyang Mandiminyak, sementara kedua kakaknya Tahiyang Sempakwaja menjadi Resi Guru di Galunggung dan Rahiyang Kidul menjadi Resi Guru di Denuh. (Sumber: Wikipedia Indonesia.)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar